Sabtu, 23 Januari 2010

TIPS OTOMOTIF

Mengatasi Laju Mobil Saat Rem Blong

Mengatasi Laju Mobil Saat Rem Blong

Rem termasuk salah satu komponen vital pada mobil. Kurang mendapat perhatian, apalagi sampai salah memperlakukannya, bisa-bisa nyawa taruhannya. Selain itu, sistem penghenti laju ini, ketika dibutuhkan mendadak, harus bisa memperlakukannya dengan benar.

Rem blong umumnya terjadi pada kendaraan besar atau berat. Namun bukan mustahil, gangguan itu menjangkit pada mobil penumpang. Penyebabnya di antaranya selang rem bocor, piston macet, atau kampas habis.

Bila mengalami gejala seperti itu, perlu lakukan langkah-langkah seperti ini

  1. Cobalah memompa rem secepat mungkin.
  2. Jika gagal, turunkan gigi persneling secara bertahap. Jangan langsung dua atau tiga gigi sekaligus, membuat putaran mesin melebihi batas maksimum dan jebol.
  3. Tarik rem tangan dengan halus secara berkala tanpa melepas tombol penahan. Intinya, jangan sampai roda belakang mengunci.
  4. Bila harus segera berhenti karena di depan ada kendaraan, serempetkan mobil ke tempat yang aman seperti trotoar, tebing, semak-semak, pagar pembatas atau benda yang bisa menghentikan laju.

Sekiranya kondisi rem masih bagus, pengemudi dituntut melakukan pengereman mendadak. Namun, bila perlakuannya juga salah, hal itu bisa mengundang bahaya. Supaya mobil berikut penumpangnya aman, ikuti langkah di bawah ini.

  1. Injak pedal rem secara keras hingga terdengar bunyi decit mengambang.
  2. Jika roda mengunci, kurangi injakan pedal rem karena efeknya, mobil tidak bisa dikendalikan.
  3. Bisa juga dilakukan metode pulse braking. Yakni, menginjak rem sekeras mungkin berulang-ulang. Dalam satu detik minimal ada 4 kali injakan.
  4. Perhatikan spion dan lihat, apakah mobil di belakang—semisal truk atau bus—bisa mengerem sebaik kita. Jika tidak dan sebelum "tercium", cepat pindah jalur.


Ban Skubek Gampang Bocor!

Ban Skubek Gampang Bocor!

Barangkali tidak sedikit pemilik skubek mengeluh ban motornya gampang pecah / bocor. Terutama ban skubek yang menggunakan ring 14 inci. Jangan buru-buru menyalahkan kualitas ban. Ada baiknya telusuri biang penyebabnya dulu.

Menurut Sartono Aji Prabowo dari bagian klaim dealer Suzuki Indomobil, Bintaro, sampai saat ini belum ada klaim ban skubek sering bocor. Bocornya ban juga tidak berpengaruh dari ukuran ban skubek yang lebih kecil dari bebek atau motor sport.

Biang penyebabnya, bisa jadi lantaran kurangnya tekanan angin. Hal ini mempercepat proses kembangan ban menipis. "Kalau garis tengah ban luar sudah mulai menipis, mending segera ganti," saran Bowo - sapaan akrab Satono.

Faktor lain, ada benda tajam - bisa berupa paku, serpihan kaca, kawat atau potongan besi kecil - menamcap di ban. Saat mendapat beban berat, benda itu dapat merobek ban dalam. Terlebih - ini kebiasaan pemilik motor - suka memaksakan motor dijalankan saat kondisi ban kempis. Dampaknya, selain ban dalam hancur, membuat sisi dalam ban jadi kasar.

Ciri kalau bagian dalam ban kasar saat ban dilepas dari pelek. Banyak sampah berupa serpihan karet. "Jika kondisi ban luar sudah seperti itu, baiknya ganti baru," ujar Technical Support FDR Dwi Juwono.

Terpenting lagi, jika punya waktu senggang, perhatikan sekeliling permukaan ban. Jika ada benda tajam segera cabut. Kemudian, periksa juga bagian dalam pelek. Jika kondisinya berkarat, juga bisa jadi pemicu pecahnya ban. Untuk mencegahnya, lapisi dengan karet ban dalam bekas.

Semoga bermanfaat...

Lampu Depan Mobil Bebas Jamur

Lampu Depan Mobil Bebas Jamur

Lampu Depan mobil kurang terang. Tentu hal itu sangat mengganggu di saat mengemudi. Akibatnya, dibutuhkan kosentrasi tinggi, dan hasilnya bikin fisik cepat lelah. Kondisi ini sangat berbahaya jika menempuh perjalanan jarak jauh. Berikut Tips Bikin Lampu Depan Mobil Jadi terang dan anti jamur

Berkurangnya sinar lampu utama bisa disebabkan kaca bagian dalam kotor. Kompas.com pun pernah mengulas cara membersihkannya di rubrik Tips n Trik. Sekarang, bagian luar lampu yang kurang bersih akibat tertutup jamur membuat intensitas cahaya menurun.

Nah, komunitas Notice Bandung punya trik untuk mengusir jamur dari batok lampu. Ikuti langkah-langkah di bawah ini.

  1. Sedia bahan pengikis jamur terdiri dari ampelas nomor 1.000, kompon, air bersih, dan lap.
  2. Basahi ampelas, lalu gosokkan dengan gerakan memutar pada bagian lampu yang berjamur. Ingat, jangan terlalu ditekan. Saat menggosok dibarengi siraman air agar gerakan mengampelas jadi lebih ringan.
  3. Selesai diampelas, siram dengan air sampai permukaan kaca bersih dari ampas.
  4. Lanjutkan dengan pemolesan menggunakan kompon untuk menghilangkan goresan halus akibat ampelas.


Ganti Oli Motor Berikut Saringannya

Ganti Oli Motor Berikut Saringannya

Sekadar mengingatkan, kalau Anda ganti oli, jangan lupakan filternya, apalagi jika saringan oli itu terbuat dari kertas. "Jika sudah lama, maka itu bisa hancur dan menutupi jalannya oli," ujar Lerry Rahmat dari Caos Custom.

Motor yang memakai filter oli kertas di antaranya Kawasaki Ninja 250, KLX 250, Hyosung RX dan RT 125. Demikian juga dengan bebek seperti Suzuki Shogun 125, Smash, dan Kawasaki. Pasalnya beberapa orang mengira kalau motor hanya butuh ganti oli. "Akibat lama enggak diganti, filter oli dari kertas bisa hancur di dalam," ungkap Lerry.

Kondisi bakal lebih runyam ketika sampah saringan kertas sudah menutupi jalur oli. Jika demikian, siap-siap jeroan mesin bakal baret lantaran tidak dibasahi oli. Kalau sampai begitu, pemilik bakal merogoh kocek sekitar Rp 1 juta untuk memperbaiki dapur pacu. Sekali lagi, ini semua hanya karena komponen berharga murah tadi.

Oleh karena itu, sebelum semua terjadi, pemilik motor diingatkan untuk mengganti filter oli bersama oli mesin setiap dua kali ganti oli. Banyak kok yang menawarkan produk aftermarket. Umur pakainya pun lebih panjang dibanding barang standar, walaupun pemilik motor tetaplah harus cek kondisi filter saat ganti oli. (Nurfil)


Ganti Sendiri Tabung

Ganti Sendiri Tabung

Buat pemilik skutik, jika Anda punya keinginan untuk ganti tabung sokbreker depan dengan model variasi, maka Anda tidak perlu ke bengkel karena bisa pasang sendiri. "Hanya memindahkan as shock dari tabung standar ke yang baru," bilang Ergus, pemilik R-59 Racing di Ciputat, Tangerang, Banten.

Proses ini dipraktikkan pada Honda BeAT atau Vario, dengan mengganti tabung standar menjadi tabung bermerek Pico. Produk ini paling diminati karena tampilannya seperti model upside down, padahal prinsip kerjanya seperti teleskopik biasa.

Langkah-langkahnya sebagai berikut. Lepas baut roda depan dengan kunci 17 mm. Kemudian, lepas baut sepatbor bagian dalam pakai kunci ring 10 mm, dan dilanjutkan ke bagian shock. Lantas, kendurkan baut 14 mm yang melekat di segitiga bawah.

Kini, shock depan standar telah terlepas. Untuk memindahkan as shock ini, kita pakai peralatan khusus untuk melepas suling shock. "Kalau tidak punya bisa pinjam ke bengkel," saran Ergus.

Mari lanjutkan. Lepaskan penutup shock di as. Caranya, tekan penutup itu ke dalam, kemudian lepaskan klip pengganjal penutup shock tadi dengan cara mencongkel pakai obeng pipih. Setelah lepas, keluarkan per di dalam tabung dan buang oli shock.

Nah, seperti kata Ergus, selesai proses ini, lanjutkan memakai alat khusus untuk melepas suling shock. Siapkan kunci L ukuran 8 dan bawa ke tukang las untuk disambungkan dengan besi bulat 10 sepanjang 60 cm. Yang terpenting menurut Ergus, panjang besi melebihi panjang tabung shock dan as.

Bila sudah, pakai alat tadi untuk membuka as shock dengan kunci L ukuran 8 yang sudah disambung tadi. Tahan baut yang ada di dalam shock, kemudian lanjutkan dengan membuka baut yang ada di bawah tabung shock dengan kunci L8.

Ketika suling dan as shock sudak lepas, langsung pasang ke tabung yang baru. Cara pasangnya sama ketika membuka. Ingat! Sebelum pasang, bersihkan oli yang tersisa di suling dan as shock dengan cairan, semisal minyak tanah.

Saat memasang, enggak usah pakai seal baru karena pada tabung Pico sudah ada. Usai pasang suling dan as, tuang oli shock ke dalam tabung 50-60 ml (untuk skutik atau bebek). Untuk keperluan balap, tambah oli sedikit lagi.

Jika sudah selesai, maka pasang kembali shock berikut sepatbor. Untuk model Pico, dudukan shock perlu dibuat ulang. Jadi, kondisinya tidak tertanam di tabung, tetapi dikunci dengan baut dan mur.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar